Him #1

dia berpamit untuk pergi keluar dengan adiknya.

Entahlah mengapa harus dia yang hanya bisa membuatku nyaman. Walaupun kita sudah jarang berkomunikasi sejak july 2018 karena diriku pernah mengatakan jika diriku suka dengan dirimu tetapi terkadang dirimu melintas begitu saja dipikiranku. Kapan? Mungkin disaat saat aku merindukannya. Apakah iya aku masih menginginkannya untuk menjadi milikku, walaupun terkadang aku sendiri sadar aku hanya nyaman dengannya dan dia bukan tipe ku. Aku tau aku adalah gadis yang tidak tau diri menginginkan seorang lelaki yang sudah dimiliki oleh gadis lainnya. Tapi mengapa engkau datang di setiap waktu? Mengapa kau sangat mengkhawatirkanku? Atau hanya aku?

Banyak yang ingin kutanyakan tetapi semenjak engkau memutuskan hubungan denganku dan aku mencoba untuk menjadi seperti dulu tapi engkau malah menjadi seseorang lain. Mungkin benar aku meminta dirimu untuk menjauh dariku tapi bukan begini caranya dan aku sebenarnya masih ingin berteman denganmu. Hanya berteman, apakah itu sulit? Apakah engkau takut jika kau melukaiku lagi? Apakah seperti itu?

Mungkin ada yang berkata ‘you deserve better’  dan aku tidak akan mengelak memang benar selama ini aku sudah mencoba untuk berpaling tapi apa daya hanya logika saja yang menginginkan tetapi hatiku membeku begitu saja. Aku harus bagaimana? Bagaimana ku bisa melupakan begitu saja tentang kenangan kita, kenangan yang begitu kecil tapi untukku itu sudah sangatlah cukup. Haruskah ku berterima kasih atas semuanya?

Terkadang aku juga memikirkan apakah dirimu masih mengingatku seperti layaknya diriku? Atau mungkin dirimu semakin kecewa dengan sikapku yang seperti ini. Semuanya hanya bisa ku tuangkan kedalam tulisan ini dan diriku berharap dirimu masih mengingat tentang blog yang pernah ku ceritakan kepada dirimu di kala  itu.

— Anisa Praulfi Belasiswanti.

1 Comment

  1. :)

    November 3, 2018 at 10:37 pm

    I still remember it

Leave a Reply